Suara Bising Tingkatkan Risiko Serangan Jantung | OTC Digest

Suara Bising Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Suara bising di sekitar kita tak hanya menyakiti telinga, ternyata peneliti juga menyatakan berdampak buruk buat jantung.

Polusi suara alias suara bising ternyata berkorelasi dengan penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke dan gagal jantung. Hal ini tertuang dalam Journal of the American College of Cardiology.

Dalam satu dekade terakhir ini tren penyakit sudah bergeser dari penyakit menular, ke penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung. Sementara ini para ahli masih fokus pada metode pengobatan dan pencegahan penyakit jantung ‘tradisional’. Namun, peneliti menemukan banyak bukti hubungan antara penyakit jantung dengan faktor lingkungan.

Penemuan tersebut didasarkan pada analisa data penelitian sebelumnya tentang polusi suara dan kesehatan kardiovaskuler. Peneliti dari Jerman dan Denmark menemukan bahwa suara bising, seperti yang berasal dari lalu lintas, suara kereta api atau pesawat, proyek konstruksi atau lingkungan kerja yang ramai mempengaruhi sampai ke level seluler yang akhirnya menyebabkan gangguan pembuluh darah koroner.

Peneliti mengatakan bahwa suara bising memicu respon stres, yang ditunjukkan dengan aktivasi sistem saraf simpatik dan meningkatkan level hormon stres. Yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan pembuluh darah jantung.

“Yang kami ketahui adalah jika Anda sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti darah tinggi atau diabetes, polusi suara akan meningkatkan risiko tersebut,” papar Thomas Münzel, pemimpin penelitian dari Department of Internal Medicine University Medical Center Mainz, Jerman.

Dilansir dari nydailynews.com, Münzel  mengatakan, “Kami masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk menentukan durasi paparan suara bising yang berbahaya. Tapi yang kami ketahui adalah risiko itu ada jika terpapar dalam waktu tahunan, bukan harian.”

Peneliti juga mencari tahu berbagai strategi mitigasi yang diterapkan di banyak tempat di dunia. Mereka  mendapati bahwa manajemen dan pengaturan lalu lintas, baik darat atau udara, bisa mengurangi bahaya polusi suara.

“Karena persentase populasi yang terpapar polusi suara oleh transportasi semakin meningkat, pembuatan undang-undang baru untuk mengurangi kebisingan penting untuk kesehatan masyarakat,” tegasnya. (jie)