Mengupil bisa Menyebarkan Bakteri Penyebab Radang Paru | OTC Digest
mengupil_pneumonia_pneumokokus_radang paru

Mengupil bisa Menyebarkan Bakteri Penyebab Radang Paru

Awas, mengupil ternyata bisa menyebarkan kuman penyebab radang paru (pneumonia)! Ini berdasarkan penelitian yang dipublikasi di jurnal ilmiah European Respiratory Journal. Infeksi pneumokokus, bakteri yang bisa menyebabkan pneumonia, merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia akibat infeksi. Diperkirakan, infeksi pneumokokus bertanggungjawab atas 1,3 juta kematian balita per tahun! Orang yang berusia lanjut (lansia) dan mereka dengan kekebalan rendah misalnya menderita penyakit kronik, juga rentan terinfeksi bakteri ini.

Selama ini, pneumokokus diketahui menular lewat percikan ingus/dahak saat orang yang terinfeksi bakteri ini batuk atau bersin. Orang di sekitarnya yang menghirup pecikan tersebut, bisa tertular. Terutama kelompok yang rentan. Studi baru ini menunjukkan, ternyata penularan juga bisa terjadi dengan perantara tangan. Ini adalah studi pertama yang menegaskan bahwa bakteri pneumokokus bisa menyebar lewat kontak langsung, bukan hanya melalui udara.

Baca juga: Kenali Tanda Bahaya Pneumonia 

Dalam studi tersebut, 40 relawan usia dewasa secara acak dibagi menjadi empat kelompok. Mereka dipaparkan dengan bakteri pneumokokus, dengan empat cara berbeda melalui jalur tangan-hidung. Satu kelompok diberi air dengan kandungan pneumokokus untuk diusapkan ke tangan mereka, lalu diminta untuk menghirup tangan mereka (“hirupan basah”). Kelompok kedua diminta untuk menghirup bakteri pneumokokus yang dikeringkan dengan udara (“hirupan kering”). Kelompok ketiga dan keempat diminta mengupil setelah jari mereka dipaparkan dengan bakteri pneumokokus basah (“mengupil basah”) atau pneumokokus kering (“mengupil kering”).

Selanjutnya, dilakukan dua metode deteksi untuk melihat keberadaan bakteri pneumokokus di hidung para peserta studi. Hasilnya, penyebaran bakteri yang tercepat ada pada kelompok “mengupil basah”, diikuti dengan “hirupan basah”. Diduga, proses pengeringan dengan udara mematikan sebagian bakteri, sehingga bakteri lebih cepat menyebar pada kelompok basah.

Memang, tidak mungkin melarang anak untuk mengupil atau menggosok hidung mereka. Lagipula, kadang kala, kehadiran bakteri justru bisa merangsang sistem imun anak, sehingga mengurangi risiko tertular bakteri itu di masa depan. Belum jelas apakah memutus total penyebaran bakteri pada anak-anak adalah jalan terbaik.

Baca juga: Jangan Sepelekan Anak Batuk dan Sesak Napas

Ketua peneliti, Dr. Victoria Connor, mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan tangan ketika anak-anak berhubungan dengan lansia atau orang dengan kekebalan tubuh rendah. “Dalam situasi seperti itu, menjaga kebersihan tangan dan membersihkan mainan atau permukaan barang akan mengurangi penularan, serta menurunkan risiko berkembangnya infeksi pneumokokus seperti pneumonia,” tuturnya, seperti dilansir dari Science Daily.

Yang pasti, menjaga kebersihan tangan wajib hukumnya. Selain sehabis dari toilet, memasak, berkebun dan bersih-bersih, jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun sehabis mengupil. Hentikan pula kebiasaan berbagi makanan, minuman, dan telepon, untuk meminimalkan penyebaran pneumokokus. Cara terbaik mencegah infeksi S. pneumonia tentu saja dengan vaksinasi, terutama untuk kelompok yang rentan. (nid)

_________________________________

Ilustrasi: Designed by Rawpixel.com