kacang_polong_sumber_asam_folat_cegah_penyakit_kardiovaskular

Konsumsi Kacang Polong Tingkatkan Kadar Asam Folat dan Cegah Penyakit Kardiovaskular

Kacang –khususnya kacang tanah - adalah tanaman yang gampang dijumpai, baik di pasar tradisional atau modern. Tanaman di kelompok kacang-kacangan diketahui memiliki manfaat tinggi untuk kesehatan, termasuk kacang polong.

Kacang polong boleh jadi kurang populer di masyarakat Indonesia, biasanya hanya diolah bersama sayuran lain. Berbeda cerita dengan orang bule yang lebih menyukai kacang polong, di banding kacang tanah - secara genetik mereka lebih sensitif pada kacang tanah; bisa memicu reaksi alergi yang parah.

Menurut studi oleh Dahl W.J dan Tyler R.T., manfaat kesehatan kacang polong (Pisum sativum L.) berada di balik tingginya konsentrasi kanji, protein, serat, vitamin, mineral dan fitokimianya. Serat dari kulit bijinya membantu fungsi pencernaan dan sekaligus mengurangi kemampuan mencerna kanji kacang polong.

Amilosa (kanji yang sulit dicerna) berkontribusi menurunkan indeks glikemik. Artinya membuat kadar gula darah tidak melonjak dengan cepat.

Baca : 6 Hal Kenapa Anda Harus Mulai Menambahkan Kacang Polong Dalam Piring

Protein kacang polong saat dicerna akan menghasilkan peptida-peptida (ikatan-ikatan asam amino; asam amino adalah bagian terkecil penyusun protein) seperti enzim yang berperan melemaskan pembuluh darah dan bersifat antioksidan.

Mengandung pula beragam fitokimia (senyawa kimia tumbuhan). Pada warna bijinya terdeteksi mengandung saponin yang memiliki aktivitas menstabilkan kolesterol darah dan antikarsinogenik. Riset ini dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition 2012.

Kulit sumber folat

Kulit kacang polong segar adalah sumber asam folat yang baik. Dalam 100 gram kacang polong terkandung 65 μg atau 16 % dari rekomendasi harian asam folat yang diperlukan tubuh. Peran folat tak hanya penting bagi bayi dalam kandungan untuk membantu perkembangan sel – sel, tetapi juga bermanfaat bagi orang tua atau dewasa.

Hal tersebut terkait penyakit kardiovaskular. Folat dibutuhkan dalam metabolisme homosistein, ini adalah asam amino yang mengandung sulfur. Peningkatan konsentrasi homosistein dalam pembuluh darah dapat menyebabkan peradangan kronis pembuluh darah.

Peradangan tersebut memicu luka yang selanjutnya menyebabkan terbentuknya plak aterosklerosis. Lambat-laun pembuluh darah dapat tersumbat oleh penumpukan plak; berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke.

Asam folat (vitamin B9) berkolaborasi dengan vitamin B12 dan vitamin C untuk membantu tubuh dalam memecah, menggunakan, sekaligus membentuk protein baru. Senyawa  protein ini akan membantu pembentukan sel darah merah dan memproduksi DNA, membangun fondasi dasar tubuh yang membawa informasi genetik seseorang.

Selain memproduksi DNA (deoxyribonucleic acid), asam folat juga berperan dalam memperbaiki DNA dan RNA (ribonucleic acid). Asam folat juga berperan dalam membantu pembelahan dan pertumbuhan sel yang cepat. (jie)