Herbal Pengencer Darah, Cegah Serangan Jantung | OTC Digest

Herbal Pengencer Darah, Cegah Serangan Jantung

Serangan jantung masih menjadi momok di Indonesia, dan di dunia. Data WHO menyebutkan, 60 % dari seluruh kematian adalah akibat jantung koroner dan serangan jantung. Menurut data, hampir 70 % kasus penyakit jantung terjadi di negara berkembang.

Penyakit jantung yang menyebabkan kematian adalah akhir dari serangkaian masalah kesehatan lain seperti obesitas, hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi, yang disebut sindrom metabolik (the deathly four).

Penyakit jantung tidak lagi identik dengan orang lanjut usia. Kini, yang berusia lebih muda pun tidak bisa merasa aman. Selain faktor keturunan yang tidak bisa diotak-atik, ada faktor gaya hidup. Masyarakat kota identik dengan hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik.

Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 menyatakan 26,1% penduduk Indonesia tergolong kurang aktif. Sebanyak 42% penduduk usia > 10 tahun melakukan gaya hidup sedentari selama 3 -5,9 jam per hari; dan 1 dari 4 orang Indonesia duduk > 6 jam per hari.

Terjadi timbunan lemak/plak di pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menyempit, akibatnya tekanan darah meningkat. Bila yang bersangkutan juga perokok aktif, atau peminum alkohol, pembuluh darah menjadi keras/tidak elastis dan oksigenisasi jantung berkurang, akhirnya tersumbat dan terjadilah serangan jantung. 

Mereka yang pernah kena serangan jantung, biasanya disarankan untuk selalu sedia obat pengencer darah seperti aspirin. Maksudnya untuk mencegah menumpuknya sel pembeku darah agar tak saling melengket, sehingga tidak terbentuk gumpalan darah.

Secara tradisional, masyarakat Indonesia mengenal berbagai tanaman yang mampu memperlancar sirkulasi darah. Menurut Prof. Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam, Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia, obat herbal berkhasiat karena memiliki senyawa kimia bioaktif  yang dapat dimanfaatkan untuk membantu kesehatan.

“Herbal yang berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah, harus tanpa efek samping,  aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas,” ujarnya.

Beberapa tumbuhan yang mampu meningkatkan kesehatan jantung dan melancarkan peredaran darah antara lain mengkudu, ginkgo biloba, bawang putih dan tanaman sumber vitamin E.

Mengkudu

Mengkudu (Morinda citrifolia) atau pace memiliki banyak zat bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Dr. Ane Hirazumi Kim (1997) dalam desertasinya menulis, ada sekitar 150 nutraseutical (bioaktif) yang terkandung dalam mengkudu. Salah satu manfaat mengkudu adalah memperbaiki sistem kardiovaskuler.

Iridoid, zat bioaktif dalam mengkudu, berfungsi membantu menetralkan radikal bebas yang berbahaya, menjaga kolesterol baik (HDL) pada kadar normal, meningkatkan energi, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menunjang kesehatan persendian.

Iridoid bekerja sampai aspek molekular dan DNA. Mampu merevitalisasi sekaligus meregenerasi sel-sel saraf dan berperan penting dalam meregulasi sistem kardiovaskuler.

Penelitian lain oleh Y. Murati dari Fakultas Kedokteran UGM (1981) menunjukkan, perasan  buah mengkudu dapat menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung, menurunkan kecepatan denyut jantung dan menaikkan jumlah aliran darah koroner jantung/ menit.

Sari mengkudu juga mengandung scopoletin. Salah satu fungsinya, membersihkan endapan penyebab aterosklerosis (pengapuran) di pembuluh darah, membuat  pembuluh darah lentur.

Ginkgo biloba

Sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu untuk melancarkan peredaran darah, terutama di otak, yang antara lain menyebabkan penurunan daya ingat, sakit kepala, telinga berdenging, vertigo dan sulit konsentrasi.

Flavonoidnya mempunyai efek antioksidan yang ampuh mencegah kerusakan saraf, otot jantung dan retina. Kandungan terpenoidnya meningkatkan aliran darah dengan melebarkan pembuluh darah dan mengurangi penggumpalan darah.

Penelitian tahun 2007 di the Second Hospital of Hebei Medical University, China, membuktikan ekstrak ginkgo biloba meningkatkan aliran darah pada penderita sakit jantung koroner. Juga dikenal sebagai antioksidan yang mampu melawan kerusakan sel akibat penuaan.

Penelitian menunjukkan, ekstrak ginkgo biloba yang diberikan pada orang dewasa sehat meningkatkan aliran darah di bilik kiri jantung. Ini juga berhubungan dengan perbaikan profil sel endotel pada pembuluh darah.

Bawang putih

Bawang putih (Allium sativum) mengandung komponen yang dapat bereaksi dengan sel-sel darah merah untuk membentuk hidrogen sulfida, yang merenggangkan dinding pembuluh darah. Di pembuluh darah terjadi peningkatan aliran darah lebih besar yang pada gilirannya menyebabkan tekanan darah turun dan memungkinkan lebih banyak oksigen dialirkan ke organ vital.

Manfaat lainnya yaitu menurunkan kolesterol, bersifat antimikroba dan melawan infeksi jamur.  Ahli gizi merekomendasikan untuk makan bawang putih setiap hari.  (jie)